Menikmati Suasana Oriental di Chinatown Bandung

chinatown1

Keberadaan mesin waktu memang masih dipertanyakan. Namun siang itu, tatkala saya menjejakkan kaki saya memasuki Chinatown Bandung, rasanya seketika saya dibawa oleh mesin waktu menuju negeri seberang di masa lampau. Chinatown Bandung ini juga membuat saya merasa sedang berada di setting film-film jadulnya Jet Li. Yup! Suasana oriental di tempat wisata yang baru buka di tanggal 1 Agustus 2017 ini memang sangat terasa.

Hal pertama yang tertangkap oleh mata saya adalah lampion-lampion cantik beraneka warna yang bergantungan di antara toko-toko dengan desain bangunan khas China. Plang-plang berwarna merah bertuliskan huruf kanji dan para pegawai yang mengenakan hanfu berwarna coklat krem semakin menguatkan kesan oriental itu. Di salah satu sudut, tampak sebuah becak dipajang. Sayangnya, becak-becak yang dipajang di Chinatown Bandung ini bukanlah becak tradisional china seperti yang kerap kita lihat di film-film jadul. Sementara di area terbuka, terdapat bangku-bangku dengan meja di mana para pengunjung bisa duduk-duduk dan bersantap. Ada juga sebuah panggung untuk live performance.

chinatown - kipas

Saya lalu iseng menelusuri toko-toko yang ada di sisi kanan-kiri Chinatown Bandung. Ada toko bakery, toko batik, toko pernak-pernik/suvenir, dan toko-toko lainnya. Oh ya, di bagian depan juga ada museum. Tapi waktu itu saya tidak masuk ke museumnya. Berjalan lebih jauh, kita bisa menemukan deretan kios-kios yang menjajakan aneka barang dagangan, mulai dari pakaian, topi, tas, hingga mainan anak. Deretan kios-kios ini membuat saya teringat akan Chinatown yang pernah saya kunjungi di Singapore dan Hongkong. Ah, saya jadi kangen holiday! (Ada yang mau jadi sponsor? #abaikandaku).

chinatown - kios

chinatown - buah

Suasana khas pasar malam juga terasa berkat kehadiran beberapa kios permainan. Ada kios pancing bebek karet dan kios lempar bola. Nah, kali ini saya jadi kangen keponakan saya. Next time mereka liburan ke Bandung, bakal saya ajak deh mancing bebek karet di Chinatown Bandung! Hihi. Ada juga kios buah-buahan, kios tanaman hias dan kios ikan hias. So, anak-anak pun pasti akan senang berkunjung di Chinatown Bandung ini. Ada area permainan khusus juga untuk anak-anak (maaf lupa difoto).

 

chinatown - food area
Food Market Area

Angin sore berhembus, membuat kincir-kincir angin plastik warna-warni yang dijual di kios-kios pun berputar. Belakangan angin di Bandung terasa dingin, bikin perut saya jadi lebih cepat lapar. Dan bicara soal lapar, ada aneka kuliner yang bisa kita nikmati di Chinatown Bandung ini. Di Chinatown Bandung ini, ada area serupa food court dengan gerobak-gerobak makanan. Konsepnya agak-agak mirip dengan Food Market di Paskal Hypersquare. Ada Gado-gado Cihapit, Baso Sakum, Cuanki Yunsen, Raramesan, Es Campur, dan masih banyak lagi. Di luar area food court, ada Shaokaow, dimsum, laksa, Ammata Thai Tea, Terminale Gelato, Gorengan Yunsen, dan lainnya.

chinatown - ammata
Ammata Thai Tea

Anyway, walaupun tempat ini namanya “Chinatown” dan yang Chinatown itu identik dengan kuliner perbabian, tapi makanan yang dijual di Chinatown Bandung ini 100% halal (dan sejujurnya ini agak bikin saya kecewa. Lol). Tapi okelah, saya terhibur banget dengan kehadiran Ammata Thai Tea yang jadi favorit saya. Dan untuk mengisi perut saya yang keroncongan sore itu, saya memilih untuk bersantap Cuanki Yunsen. Enak!

chinatown - jembatan
jembatan yang jadi incaran para pengunjung untuk berfoto

Bagi para penggila fotografi (baik yang senang dipotret maupun yang seneng motret), Chinatown Bandung ini instagenic banget! Salah satu spot foto favorit di sini adalah sebuah jembatan lengkung berwarna merah di tengah-tengah kolam. Di beberapa sudut pun tampak rumpun ilalang yang berayun tertiup angin. Di salah satu dinding, ada mural cantik dengan hiasan becak-becak dan kurungan ayam. Ada juga sepeda-sepeda tua dengan keranjang untuk berjualan. Di sudut lain, ada motor vespa tua. Intinya, saat berada di sini, kamu bisa mengeksplorasi skill fotografi kamu untuk bisa menemukan spot-spot foto anti mainstream.  Dan, untuk kamu yang senang difoto (macam saya ini), tak ada salahnya untuk mengenakan cheongsam, dress vintage, ataupun kebaya peranakan.

 

chinatown - lantern night

Tak terasa, matahari sudah terbenam. Ketika langit telah berubah menjadi hitam, lampion-lampion yang tergantung pun mulai berpendar cantik.  Betah rasanya duduk berlama-lama di Chinatown Bandung ini. Sayang saya harus bergegas pergi ke tempat lain. Ah, belum puas rasanya! Next time, saya mau menjelajah Chinatown Bandung ini.

Chinatown Bandung ini berlokasi di Jl Kelenteng 41, Bandung. Posisinya kira-kira di seberang rumah makan Nasi Campur Bintang. Bagi kamu yang membawa kendaraan, parkir bisa menjadi sedikit persoalan. Chinatown Bandung belum memiliki area parkir khusus. Kemarin pun, saya parkir di sisi Jalan Kebonjati. Dan, jangan lupa juga untuk membawa serta kartu debit BCA atau flazz kamu karena untuk sementara, semua transaksi di Chinatown Bandung ini hanya bisa menggunakan kartu debit/kredit/flazz BCA. Nah, kalau kamu nggak pakai kartu debit BCA ataupun Flazz, ajak temanmu yang pakai BCA. Hehe… 🙂

CHINATOWN BANDUNG
Jl Kelenteng 41, Bandung

Minggu – Kamis : 12.00 – 20.00

Jumat & Sabtu: 12.00 – 24.00

HTM:

Weekdays: Rp 10.000

Weekend: Rp 20.000

 

(marchaela / ig: @my.appetite)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s