Monsoon, Angin Segar untuk Kopi Indonesia

Sore itu, sebenarnya saya sudah benar-benar mau cabut ke tempat tujuan saya berikutnya. Setelah asyik sendirian selama sekitar setengah jam karena kedua teman kuliner saya pergi duluan, saya malah jadi ingat belum sempat memotret bagian dalam cafe Monsoon. Ujung mata saya sempat noticed ada cowok yang memperhatikan gerak-gerik saya, tapi saya cuek saja. (Udah biasa juga sih diliatin orang kalau lagi motret-motret). Selesai memotret, pria itu nyamperin saya dan memperkenalkan dirinya – dan juga temannya – sebagai owners-nya Monsoon. Ngobrol-ngobrol sedikit, saya diajak duduk dan dikasih secangkir cappuccino. Yes! Makasih!

java deep
Monsoon Java Dipped (Taste: 8.4/10)

Setelah menyesap Java Dipped pesanan saya sebelumnya, saya cukup tahu bahwa kopi di Monsoon ini enak. Dan penilaian saya kembali terbukti saat saya menyesap Cappuccino dari Monsoon. Mmm… sudah lama rasanya saya tidak minum cappuccino yang benar-benar enak. Aftertaste-nya terasa manis di lidah saya. Saya sama sekali nggak ada keinginan untuk menambahkan brown sugar barang sedikit pun. Fyi, kopi itu memang dasarnya pahit, tapi tidak seharusnya cappuccino itu rasanya pahit sampai-sampai kamu harus menambahkan gula bersachet-sachet. Untuk susunya, Monsoon menggunakan Dago Dairy. Nggak kalah sama Greenfield, lho!

monsoon cafe cappuccino
?????

Sambil menikmati free cappuccino saya, kami pun mengobrol. Saya cukup terkesan mendengarkan penjelasan Dave, sang pemilik. Dave kebetulan sempat cukup lama tinggal di luar negeri dan beliau juga sudah sering mencicipi kopi dari berbagai negara, namun menurutnya, kopi dari Indonesia itu sangat enak! Sayangnya, orang Indonesia sendiri masih banyak yang nggak paham akan enaknya kopi Indonesia ini. Makanya, Dave memiliki vision untuk memajukan kopi Indonesia dan juga kehidupan para petani kopi. Yes, di kala kita bisa menikmati secangkir kopi seharga puluhan ribu di coffee shop, nasib  para petani kopi digantung-gantung oleh harga biji kopi yang naik-turun. Saya juga sangat senang saat mendengar bagaimana barista dan karyawan lainnya di Monsoon ini semuanya mulai dari nol. I mean, sebelum bekerja di Monsoon, baristanya belum pernah sekolah kopi dan karyawannya pun bukan lulusan sekolah perhotelan atau sejenisnya. I’m really impressed saat owner-nya Monsoon berkata (kurang lebih) bahwa beliau percaya bahwa setiap orang bisa menjadi “seseorang”. Setiap orang bisa berhasil dalam hidupnya.

french press

Kami masih sempat ngobrol-ngobrol cukup panjang tentang beberapa hal lainnya. Hal lain yang mengesankan saya adalah bagaimana owners-nya Monsoon ini “people oriented”. Di tengah banyaknya pengusaha yang cuma mikirin “cuan” alias profit, ternyata masih ada yang memiliki visi yang mulia. (Saya doakan Monsoon selalu sukses biar bisa nolong lebih banyak orang lagi, ya! :-))

sweet licco
Sweet Licco (Taste: 8,3/10)

Cappuccino saya belum tandas saat mereka lalu memberi saya sebotol Sweet Licco ukuran single. Waktu bersama teman-teman saya, saya sudah mendapatkan gratisannya (berkat posting di instagram) dan saya doyan banget! Haha… that was just my another blessed day! Kamu yang ke Monsoon, wajib mencoba Sweet Licco. Penampilannya yang sama sekali nggak mirip kopi dan juga taste-nya bakal membuat kamu sulit percaya itu adalah kopi. But yes, it’s coffee! Sweet Licco ini memiliki citarasa manis samar dengan aroma kopi yang kuat. Benar-benar menyegarkan.

Mengapa memilih nama Monsoon?”

monsoon cafe

Pertanyaan itu terlontar begitu saja. Dave lalu menjelaskan bagaimana mereka meminjam filosofi angin muson (monsoon) yang tiupannya akan membuat musim berganti. Saat musim berganti, tentu kita pun akan dihadapkan dengan suasana baru, kesegaran baru, dan juga harapan baru. Filosofi angin muson itu tergambar dalam logo MoujaCoffee yang berbentuk melingkar dan juga desain bangunannya. Adapun kopi di Monsoon Cafe ini di-roasting oleh MoujaCoffee. Mouja sendiri merupakan singkatan dari Mountain Java. Kopi di Monsoon Cafe memang diolah dari biji-biji kopi jawa.

Saya bersyukur bisa mendapatkan kesempatan untuk berbincang-bincang dengan Dave sore hari itu. Bukan hanya karena saya jadi dapat free coffee, tapi karena saya merasa sharing dari Dave sungguhlah menginspirasi. Semoga kehadiran Monsoon Cafe bisa menjadi angin segar bagi para petani kopi di Indonesia. Semoga para penikmat kopi pun semakin paham bahwa kopi indonesia itu ENAK.

monsoon beef brisket
?????

Notes: Di postingan ini, saya memang tidak membahas secara rinci tentang kuliner di Monsoon Cafe. Mengapa? Karena saya sudah menjabarkannya di blog lain. Klik saja di sini, yah! 🙂

xoxo

@marchaela_maria

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s